Danau Limboto
Anda dapat pula menyewa salah satu perahu yang ada jika ingin berkeliing di sekitar danau, memancing ikan, memotret kehidupan burung-burung air, melihat panorama alam dan aktifitas nelayan setempat, atau sekedar melihat usaha “jaring” yang ada di danau tersebut.
Jarak tempuh dari Bandara Jalaludin Gorontalo menuju lokasi wisata Danau Limboto hanya memakan waktu 45 menit dengan menggunakan kenderaan roda empat atau roda dua. Paling asyik menikmati Lokasi Danau Limboto ini dari lokasi Pentadio Resort. Karena di tempat ini tersedia fasilitas penginapan. Bagi yang memilih menginap di pusat kota gorontalo, akses alternatif lainnya menuju lokasi Danau Limboto dapat di tempuh dari Pusat Kota Gorontalo, Melalui jalan Trans Batudaa-Bongomeme. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari pusat kota dan melewati pemukiman penduduk yang ramah tamah.
Karena hanya berjarak tempuh pendek dari kota gorontalo, maka menuju kelokasi wisatawan dapat menggunakan jasa Bentor, kenderaan khas gorontalo. Dari pusat kota kita melewati beberapa kelurahan, yakni Molosifat W, Buladu, Piloloda’a, Lekobalo dan Dembe. Dikelurahan Dembe kita langsung bisa melihat lokasi dan keindahan Danau Limboto.
Empat puluh tahun silam kedalaman danau ini sekitar 30 meter. Namun hari ini kedalamannya tinggal TIGA METER saja. Pendangkalan berjalan terus dengan pesatnya mencapai 38,80 cm/tahun, takutnya dalam waktu singkat danau ini tinggal dalam kenangan. Penggundulan hutan di sekitar danau tersebut tampaknya merupakan salah satu faktor penyebab dangkalnya perairan danau limboto.
Luas Danau Limboto pada tahun 1999 berkisar antara 1.900-3.000 ha, dengan kedalaman 2-4 meter (Cabang Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, 2000). Pada tahun 1932, luas perairan ini mencapai 7.000 ha. Kandungan CO 2 pada lapisan permukaan berkisar antara 0-5 mg/l, pH perairan 8,30-8,80 dan total alkalinitasnya (“alkalinity”) 55-85 mg CaCO3/l. Kadar senyawa fosfat berkisar antara 0,02-0,07 mg/l, sedang kandungan nitratnya sangat kecil (mendekati 0 mg/l); tetapi kadar nitritnya mencapai 0,30-0,90 mg/l, dan kadar bahan organiknya 30-37 mg/l. Berdasarkan kandungan fosfat, menurut klasifikasi Parma (1980); Danau Limboto termasuk perperairan yang mesotrof.
Fenomena ini telah menggerakkan hati berbagai pihak dan LSM linkungan hidup. Pihak pemerintah pusat pun sangat peduli dengan keberadaan Danau yang semakin hari semakin dangkal. Kementerian Lingkungan Hidup mengucurkan dana Rp 600 juta untuk pemulihan Danau Limboto di Gorontalo pada Tahun 2006 kemarin. Dana itu untuk penghijauan dan pembuatan masterplan pemulihan danau Limboto. Semua kegiatan pemulihan danau dilakukan oleh pemerintah setempat, sementara KLH hanya memberikan bantuan teknis. KLH juga telah memberikan rencana induk untuk mengatasi masalah pendangkalan dan pencemaran danau Limboto.
Sejarah pernah mencatat, bahwa Danau Limboto pernah dijadikan tempat mendaratnya pesawat amphibi Catelina yang ditumpangi Presiden Pertama RI Bung Karno. Semoga Danau ini tetap lestari demi anak cucu kita ke depan. Amin. Berikut potret Danau Limboto yang di kumpul dari berbagai sumber.


















@chels I know what you mean, its hard to find good help these days. People now days just don’t have the work ethic they used to have. I mean consider whoever wrote this post, they must have been working hard to write that good and it took a good bit of their time I am sure. I work with people who couldn’t write like this if they tried, and getting them to try is hard enough as it is.
Saat ini, kondisi Danau Limboto sangat memprihatinkan.. perlu gerakan nyata dalam menyelamatkan danau ini demi anak cucu kita, bukan hanya sebatas slogan dan omong belaka… Selamatkan Danau Limboto..!!!