Asal Usul Nama Gorontalo
Asal usul nama Gorontalo sebenarnya memiliki banyak versi, diantaranya karena dataran Gorontalo pada awalnya terdiri dari sebagian besar air, nama Hulonthalo artinya bukit yang tergenang air. Ucapan orang Gowa yang melihat puncak tiga gunung dari kejauhan, mengingat perpindahan penduduk dari bukit-bukit (hunto) ke tempat yang digenangi air (langi langi), Hulontalangi atau Hulonthalo artinya bukit yang tergenang air. Karena pada masa itu belanda menguasai daratan gorontalo, maka orang Belanda pada waktu itu sulit mengucapkan hulondhalo dengan tepat. Sehingga mereka menyebutnya Horontalo (Gorontalo).
Pada tahun 1385 M (45 tahun setelah berdirinya kerajaan Limboto), dari hasil musyawarah di Padengo Boidu diperoleh kesepakatan untuk penggabungan 17 kerajaan kerajaan kecil (Linula) yang berpusat di lereng-lereng gunung, akan bersatu dibawah nama Kerajaan Gorontalo yang dipimpin oleh Maharaja Motolodulaa yang pada waktu itu juga bernama Wadipala atau Ilahudu. Dewan Rakyat (Bantayo Poboide)sebagai lembaga tertinggi yang mempunyai fungsi legislatif dan yudikatif pada masa itu merupakan kekuasaan yang mewakili rakyat dalam membuat peraturan itulah sebabnya prinsip datahu lo huntu huidu (dataran menjunjung gunung) datahu adalah rakyat dan huidu adalah penguasa.
Rakyatlah yang menentukan kuat rapuhnya kekuasaan pemerintah, kekuasaan rakyat dijalankan dalam dewan rakyat dan dianalogikan sebagai hati nurani manusia. Pasca wafatnya Maharaja Ilahudu (1427), pemerintahan Kerajaan Gorontalo dilanjutkan oleh putranya Uloli yang memerintah dari tahun 1427-1442. Uloli menikah dengan Putri Raja Limboto dan beroleh putra yang bernama Wolango yang kemudian menjadi Maharaja Gorontalo tahun 1442-1470. Wolango kemudian menikah dengan Raja Limboto yang waktu itu bernama Ratu Moliye I dan mempunyai seorang putra bernama Polamolo.
Demi untuk memperluas kekuasaan, Raja Wolango dan Ratu Moliye harus memimpin pasukan untuk penaklukkan atas teluk Tomini dan Sulawesi Tengah. Dengan demikian Polamolo menjadi Raja pertama yang memerintah kedua kerajaan dengan gelar olongia mobalanga artinya raja yang berpindah kesana kemari (tujuh hari memerintah di Limboto ; tujuh hari memerintah di Hulontalo) demikian akhirnya hingga waktu terus berjalan sampai terbentuk “Pohalaa” yang meliputi Pohalaa tersebut meliputi Pohalaa Gorontalo, Pohalaa Limutu (Limboto), Pohalaa Suwawa, Pohalaa Boalemo dan Pohalaa Atinggola. Sistem pemerintahan pada masa itu banyak mengalami perubahan seiring dengan perjalanan waktu antara lain tahun 1842 disamping pemerintahan tradisional terdapat pula kekuasaan yang dipimpin oleh Asisten Residen, dan selanjutnya pada tahun 1889 dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah “RECHEHEREEKS BETUR”.
Pada tahun 1922 Gorontalo ditetapkan menjadi 3 (Tiga) afdeling yaitu Gorontalo – Boalemo – Buol, yang dibagi menjadi beberapa distrik yang dipimpin oleh “Jogugu” dan Ander Distrik dikepalai oleh Marsaole (Camat). Keadaan ini berlangsung sampai meletus perang dunia ke II.
Source : http://bappeda.gorontalokab.go.id








To Casino atau siapapun yang bersembunyi di balik id Casino 1242267535…
bingung.. thx knjungannya…
maksudnya apa nih..?