VISIT GORONTALO

Informasi Gorontalo seputar Profil Daerah, Budaya, Adat Istiadat dan Kepariwisataan
LOMBA SMS KAMPANYE PEDULI LINGKUNGAN TELUK TOMINI

Taman Nasional Hutan Nantu

Taman Nasional Hutan Nantu

Hutan Nantu yang terdapat di Provinsi Gorontalo, merupakan salah satu hutan hujan terbaik di Asia Tenggara. Hutan Nantu merupakan salah satu ikon terpenting di dunia yang dimiliki Provinsi Gorontalo karena memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan sangat penting secara internasional. Tak hanya itu, Nantu juga merupakan salah satu dari sedikit hutan di Sulawesi yang kondisinya masih utuh. Nantu juga berperan sangat penting bagi masyarakat sekitar hutan dan bagian hilir Sungai Paguyaman yang mencakup lebih dari 15.000 jiwa. Hutan Nantu yang merupakan ikon Gorontalo merupakan penyangga Daerah Aliran Sungai (DAS), yang mendukung ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem.


Tahun 1869, sang naturalis legendaris Alfred Russel Wallace (1823-1913) dari Desa Hurstpierpoint, wilayah Sussex, Inggris, menyelesaikan buku catatan perjalanannya. Buku itu diberi judul The Malay Archipelago dan di dalamnya membahas Garis Wallace. Wallace menemukan ada dua kelompok fauna yang berbeda antara wilayah timur dan barat. Garis pembatas itu disebut Garis Wallace. Garis pembatas itu ada di antara Pulau Bali dan Lombok serta antara Kalimantan dan Sulawesi. Wallace mengungkap, fauna Sulawesi aneh dan ganjil. Kemungkinan sebagian Sulawesi ada yang masuk Asia dan sebagian masuk Australia. Sejak itulah, Sulawesi atau Celebes dikenal misterius dengan fauna uniknya.

Keunikan Fauna di Kepulauan Sulawesi ini, termasuk yang ada di Hutan Nantu, Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo membuat seorang mahasiswi Universitas Oxford, Inggris, Lynn Clayton, pada tahun 1986 menyusuri belantara Sulawesi. Saat itu, Clayton membantu Dr. Anthony J Whitten membuat buku The Ecology of Sulawesi. Ekspedisi pertama itu membuatnya jatuh cinta dengan hutan Sulawesi, yang selanjutnya membuat dia tetap di Sulawesi hingga kini. Mendedikasikan hidupnya untuk konservasi hutan primer di Hutan Nantu, Boliyohuto Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.

Hutan nantu memiliki Fauna yang unik, di antaranya Babi rusa (Babyrousa babyrussa). Sejak 1996 masuk kategori langka dan dilindungi IUCN dan CITES. Babi rusa unik karena memiliki taring yang tumbuh dari hidung, bengkok ke belakang sampai di depan matanya. Selain hewan ini hanya ada di Sulawesi dan sekitarnya, spesies ini menjadi ikon atau spesies kunci untuk konservasi.



babirusa

Babi rusa (Babyrousa babyrussa)
Salah Satu endemik yang terdapat di Hutan Nantu

Berbagai jenis fauna endemik atau khas Sulawesi yang terdapat di Hutan Nantu selain Babyrousa babyrussa, antara lain adalah Anoa atau Bubalus depressicornis, Monyet Sulawesi atau Macaca heckii, Tarsius atau Tarsius Spectrum dan Babi Hutan atau Sus celebensis. Terdapat pula sembilan puluh jenis burung, yang 35 diantaranya adalah khas Sulawesi.

Tahun 1994, para pembalak liar mulai merangsek ke wilayah Hutan Nantu. Melihat ancaman itu, pemerintahan lokal melalui Lynn Clayton dan kawan – kawan dari beberapa universitas berinisiatif mengajukan daerah tersebut sebagai kawasan konservasi. Beberapa adudu (Tempat satu – satunya di dunia untuk melihat langsung babi rusa di alam terbuka) hancur. Setiap hari hewan langka, seperti babi rusa, rusa dan anoa, dijumpai mati akibat jerat yang dipasang orang. Maka, tekad Clayton (Peneliti di Hutan Nantu) makin menyala untuk mendorong peningkatan keamanan hutan dengan bantuan kepolisian.

Tahun 1999 Hutan Nantu ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 573/Kpts-II/1999 sebagai hutan konservasi dengan status Suaka Marga Satwa dengan luas 31.215 hektar. Berkat patroli dari kepolisian, untuk sementara Hutan Nantu aman. Namun, illegal logging dan transmigrasi tetap jadi ancaman ke depan.

Tahun 2009, Status Hutan Nantu yang akhir – akhir ini banyak di perbincangkan Masyarakat Gorontalo kini telah di temukan titik terang dengan naiknya status Hutan Nantu menjadi Taman Nasional dari status sebelumnya Suaka Marga Satwa. Informasi yang dihimpun, perubahan status dari Suaka Marga Satwa ini adalah hasil kerja keras Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo yang melobby ke Departemen Kehutanan (Dephut) RI. Hasil konsultasi di Departemen Kehutanan Ri menghasilkan kabar baik, yakni status Hutan Nantu yang terletak di Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo mengalami perubahan.

Tentunya dengan perubahan status ini, sistem penjagaan dan pemeliharaan hutan mengalami perubahan pula, sehingga dibutuhkan tanggung jawab dari berbagai pihak. Ini merupakan perjuangan rakyat gorontalo yang tak ternilai harganya. Adanya keinginan untuk melestarikan hutan serta sejumlah habitat didalamnya menjadikan pemerintah pusat tak akan tutup mata.

Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, berharap ke depan Taman Nasional Hutan Nantu, bisa dijaga lebih baik dari yang sekarang ini. Selain merubah status Hutan Nantu, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berkunjung ke Departemen Kehutanan RI juga meminta agar di Provinsi Gorontalo dapat di bentuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan melobby penambahan personil pengamanan hutan dalam hal ini Polhut yang mana di Provinsi Gorontalo hanya berjumlah 44 orang. Jumlah ini sangat minim jika dibandingkan dengan luas hutan yang kurang lebih 8.000 hektar.

Hutan Nantu yang terletak di antara Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo ini akan di jadikan salah satu Obyek Wisata Lingkungan di Provinsi Gorontalo. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Perhubungan Pariwisata Provinsi Gorontalo, mengatakan kendala saat ini yang di hadapi adalah belum adanya akses jalan yang memadai menuju lokasi tersebut. Menurutnya jika telah terbuka askes jalan menuju Hutan Nantu maka akan mudah untuk melakukan penataan sesuai kebutuhan pengunjung nanti.



referensi : kompas, gpinfo, matanews, radio civica 105 fm gorontalo

share this page
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • FSDaily
  • LinkArena
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Leave a Reply




Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.