VISIT GORONTALO

Informasi Gorontalo seputar Profil Daerah, Budaya, Adat Istiadat dan Kepariwisataan
LOMBA SMS KAMPANYE PEDULI LINGKUNGAN TELUK TOMINI

Kunjungan Duta Besar Kerajaan Belanda Untuk Indonesia

Sebagai daerah bekas jajahan kolonial Belanda, yang memerdekakan diri pada tanggal 23 Januari 1942, tentunya hal ini membuat daerah Provinsi Gorontalo memiliki banyak sejarah dan peninggalan – peninggalan bersejarah bangsa kolonial Belanda berupa benda – benda arkeolog yang sangat berharga serta mengandung nilai – nilai sejarah yang sangat tinggi. Benda – benda arkeolog peninggalan masa kolonial ini tersebar di berbagai lokasi di Provinsi Gorontalo. Seperti Benteng Otanaha yang terletak di Kota Gorontalo, Benteng Orange yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, Taman Makam Pahlawan di Pentadio Kabupaten Gorontalo serta Makam Pahlawan Nasional, Nani Wartabone di Kabupaten Bone Bolango.


Keberadaan benda-benda purbakala peninggalan kolonial yang ada di Gorontalo rupanya menarik perhatian pemerintah Belanda. Ini ditandai dengan kedatangan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Nikolaos van Dam ke Gorontalo pada tanggal 2 Februari 2010. Kedatangannya ke Gorontalo turut didampingi Sekretaris Ditjen Sejarah dan Purbakala Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI Junus Soeroso dan Kepala Pusat Dokumentasi Arsitektur Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI Djauhari Sumintardja.

Tujuan kedatangan Duta Besar kerajaan Belanda untuk Indonesia ke daerah gorontalo ini dalam rangka melihat situs-situs purbakala peninggalan Belanda dan Indonesia yang ada di Gorontalo. Terutama benda-benda purbakala yang memiliki sejarah kolonialisme yang berhubungan dengan nilai historis lokal.

Selain itu kedatangan Dubes Kerajaan Belanda Nikolaos van Dam bersama rombongan Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI juga untuk melakukan pendataan terhadap benda-benda purbakala. Salah satu lokasi yang akan dikunjungi dan dilakukan pendataan adalah Taman Purbakala Benteng Otanaha yang terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Sekretaris Ditjen Sejarah dan Purbakala Soeroso mengemukakan, kunjungan Dubes Kerajaan Belanda untuk Indonesia bersama Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI ke daerah-daerah untuk melihat benda-benda peninggalan purbakala ini merupakan yang ketiga di tahun ketiga. Yang sebelumnya pihaknya telah mengunjungi wilayah Sumatera dan Jawa. Dan yang terakhir adalah Wilayah Indonesia Bagian Timur meliputi Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyambut gembira kedatangan rombongan Dubes Kerajaan Belanda untuk Indonesia ke Gorontalo. Diharapkan melalui kedatangan kali ini akan membuka peluang kerjasama antara Pemerintah Gorontalo dengan Pemerintah Belanda dimasa yang akan datang.

Di sisi lain, dalam pertemuan rombongan Dubes Kerajaan Belanda untuk Indonesia Nikolaos van Dame dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail terungkap pula rencana kerjasama antara Pusat Arkelog dan Purbakala Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI dengan Pemprov Gorontalo. Yang mana kedepan Pusat Arkeolog dan Purbakala akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Gorontalo menyangkut keberadaan benda-benda arkeolog yang ada di daerah ini. Tujuannya agar keberadaan benda-benda arkelog di Provinsi Gorontalo bisa dikenal luas oleh masyarakat serta dapat dijaga kelestariannya.



referensi ; gpinfo

share this page
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • FSDaily
  • LinkArena
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Leave a Reply




Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.