<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>VISIT GORONTALO</title>
	<atom:link href="http://hulondhalo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hulondhalo.com</link>
	<description>Informasi Gorontalo seputar Profil Daerah, Budaya, Adat Istiadat dan Kepariwisataan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 10:45:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gorontalo Raih Predikat Baik Program FEATI</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/gorontalo-raih-predikat-baik-program-feati/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/gorontalo-raih-predikat-baik-program-feati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Koordinasi penyuluh Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Bakorluh Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Penelitian Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[BPTP]]></category>
		<category><![CDATA[dan Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Farmer Empowerment Through Agriculture Techonology and Information]]></category>
		<category><![CDATA[Farmer Managed Extension Activities]]></category>
		<category><![CDATA[FEATI]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo Raih Predikat Baik Program FEATI]]></category>
		<category><![CDATA[P3TIP]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[World Bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4330</guid>
		<description><![CDATA[
Gorontalo kembali diakui dunia. Kepercayaan lembaga donor terhadap Provinsi Gorontalo rupanya masih terus terjaga. Buktinya, evaluasi pertengahan program (mid term review) terhadap Farmer Empowerment Through Agriculture Techonology and Information (FEATI) oleh tim Bank Dunia (World Bank), Provinsi Gorontalo masuk dalam penilaian baik. Artinya, pelaksanaan program FEATI atau program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/03/gorontalo-raih-predikat-baik-program-feati/farmer-empowerment-through-agriculture-techonology-and-information/" rel="attachment wp-att-4331"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/Farmer-Empowerment-Through-Agriculture-Techonology-and-Information.jpg" alt="" title="Farmer Empowerment Through Agriculture Techonology and Information" width="200" height="140" class="alignleft size-full wp-image-4331" /></a>
<div style="text-align: justify;">Gorontalo kembali diakui dunia. Kepercayaan lembaga donor terhadap Provinsi Gorontalo rupanya masih terus terjaga. Buktinya, evaluasi pertengahan program (<em>mid term review</em>) terhadap <strong>Farmer Empowerment Through Agriculture Techonology and Information (FEATI)</strong> oleh tim Bank Dunia (World Bank), Provinsi Gorontalo masuk dalam penilaian baik. Artinya, pelaksanaan program FEATI atau program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) di Provinsi Gorontalo telah terlaksana dengan baik.</p>
<p><span id="more-4330"></span><br />
Sebelumnya <em>mid term review</em> itu sendiri oleh tim dari Bank Dunia yakni <em>Mr.Patricks</em>, <em>Maryam Richana</em> dan dari Pengembangan SDM Departemen Pertanian RI, <em>Ir. Lazarus</em> selaku PPK FEATI Pusat serta, <em>Am Fagi</em> selaku konsultan pusat. Kegiatan rutin oleh Bank Dunia selaku donor itu dilakukan selama 3 hari sejak 1 hingga 3 Maret 2010. Pada kegiatan evaluasi pertengahan program FEATI ini, tim Bank Dunia mengunjungi Farmer Managed Extension Activities (FMA) di Desa Barakati dan Desa Limehe Barat <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>Kabupaten Gorontalo</a>, serta FMA di Desa Poowo dan Desa Bongopini di <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/kabupaten-bone-bolango/" target='new'>Kabupaten Bone Bolango</a>.</p>
<p>Farmer Empowerment Through Agricultuer Technology and Information (FEATI) / Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) merupakan program yang mengimplementasikan prinsip-prinsip desentralisasi dalam penyelenggaraan penyuluhan. Pelaksanan program FEATI ini dilakukan melalui penerapan berbagai metode yang mengakar pada pengembangan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat petani yang didanai oleh Bank Dunia (World Bank) dan APBN serta dana pendampingan APBD Provinsi Gorontalo.</p>
<p>Adapun tujuan pelaksanaan progam FEATI adalah untuk memberdayakan petani dan organisasi dalam rangka peningkatan produktifitas, pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan aksebilitas terhadap informasi, teknologi, modal dan sarana produksi, pengembangan agribisnis dan kemitraan usaha.</p>
<p>Kegiatan program FEATI di tingkat Provinsi Gorontalo dikelola oleh Badan Koordinasi penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Bakorluh) Provinsi Gorontalo serta Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo. Di mana program tersebut dilaksankanan di 4 kabupaten, yakni <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>Kabupaten Gorontalo</a>, <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/kabupaten-bone-bolango/" target='new'>Kabupaten Bone Bolango</a>, <a href="http://hulondhalo.com/2009/07/kabupaten-boalemo/" target='new'>Kabupaten Boalemo</a> dan <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/kabupaten-pohuwato/" target='new'>Kabupaten Pohuwato</a>. Kegiatan Program FEATI ini dilaksanakan selama 5 tahun dimulai tahun 2007 hingga 2011.</p>
<p>Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi Gorontalo, <em>Dr. Ir. Nurdin Yusuf, MSc</em> mengatakan, jaringan pengembangan inovasi teknologi secara garis besar terdiri dari unsur penghasil / penyedia teknologi (lembaga penelitian), unsur penghubung / pemberi informasi (penyuluh pertanian) dan unsur pengguna (petani). Ketiga unsur tersebut mutlak diperlukan dan memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan.</p>
<p><br/><br />
<em>source : gpinfo</em>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/gorontalo-raih-predikat-baik-program-feati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makam Raja Bulango</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/makam-raja-bulango/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/makam-raja-bulango/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 02:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Asal Usul Terjadinya Gunung Kramat Hubulo]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kramat Hubulo]]></category>
		<category><![CDATA[Hubulo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Aulia di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Aulia Salihin]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Raja Bulango]]></category>
		<category><![CDATA[Makam Raja Hubulo]]></category>
		<category><![CDATA[Van Gobel]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sejarah Provinsi Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4312</guid>
		<description><![CDATA[
Jika di daratan Jawa dikenal 9 orang tokoh yang kemudian dikenal dengan Wali Songo, tokoh yang konsisten menyebarkan agama serta ajaran-ajaran Islam. Maka di Gorontalo pun memiliki para tokoh yang berjuang menyebarkan ajaran agama Islam, yang dikenal dengan sebutan Aulia. Sama halnya dengan didaratan Jawa, ada Wali yang merupakan raja, maka di Gorontalo dikenal tokoh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4313" href="http://hulondhalo.com/2010/03/makam-raja-bulango/makam-raja-hubulo/"><img class="alignleft size-medium wp-image-4313" title="makam raja hubulo" src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/makam-raja-hubulo-300x182.jpg" alt="" width="200" height="140" /></a>
<div style="text-align: justify;">Jika di daratan Jawa dikenal 9 orang tokoh yang kemudian dikenal dengan Wali Songo, tokoh yang konsisten menyebarkan agama serta ajaran-ajaran Islam. Maka di Gorontalo pun memiliki para tokoh yang berjuang menyebarkan ajaran agama Islam, yang dikenal dengan sebutan <strong>Aulia</strong>. Sama halnya dengan didaratan Jawa, ada Wali yang merupakan raja, maka di Gorontalo dikenal tokoh penyebar ajaran agama Islam yang merupakan raja besar di Gorontalo. Salah satunya adalah <strong>Raja Bulango</strong> atau yang lebih dikenal dengan <strong>Raja Hubulo</strong>, seorang raja sekaligus tokoh penyebar agama islam pada abad 17. Kini, makamnya jadi tempat favorit warga atau wisatawan untuk berziarah sekaligus menikmati wisata sejarah di Provinsi Gorontalo.</p>
<p><span id="more-4312"></span><br />
Makam aulia ini berada di Desa Kramat, Kecamatan Tapa, <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/kabupaten-bone-bolango/" target="new">Kabupaten Bone Bolango</a>. Berjarak kurang lebih 20 km dari ibukota Provinsi Gorontalo. Kisah sejarah dan perjuangannya sangat panjang. Diyakini oleh masyarakat gorontalo bahwa legenda Raja Bulango ini merupakan asal usul terjadinya Gunung Kramat Hubulo.</p>
<p>Alkisah, ratusan tahun yang lalu, pada abad 17 hiduplah seorang tua yang bernama <strong>Ibrahim DuaWulu</strong> yang terkenal ramah, alim dan sangat bijaksana. Beliau lahir pada tahun 1709 M. Adapun mata pencaharianya adalah sebagai seorang petani yang juga gemar memancing ikan. Menurut cerita orang-orang tua, bahwa beliau memancing ikan pada sebuah danau kecil yang berupa rawa-rawa yang menurut cerita pula, adalah sisa genangan air yang tertinggal pada masa <em>Hulontalangi</em> dulu.</p>
<p>Dalam keseharianya, orang tua tersebut selalu memancing dan disampingnya selalu menyala lilitan tali ijuk yang dipergunakan untuk menyalakan rokoknya yang terbuat dari pucuk daun enau dan juga untuk mengusir nyamuk disekelilingnya. Zaman dahulu, api masih dibuat secara tradisional dan dibakar pada tali ijuk agar tidak mudah padam. Dengan alasan inilah, maka orang tua ini hanya menyimpan api di tali ijuk yang terbakar yang artinya api itu bisa mati bila tali ijuk itu habis.</p>
<p>Selanjutnya api pada tali ijuk ini sering mengepulkan asapnya. Dalam bahasa daerah Gorontalo disebut <strong>wobuwobulo</strong> atau <strong>tihu-tihubulo</strong>, yang artinya <em>sedang mengepulkan asap</em>. Dari penggalang kata ini, diambillah kata <em>Hubulo</em> atau <em>Ti Hubulo</em> menjadi julukan atau nama baru dari orang tua tersebut.</p>
<p><br/></p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-4321" href="http://hulondhalo.com/2010/03/makam-raja-bulango/makam-raja-bulango/"><img class="aligncenter size-full wp-image-4321" title="makam raja bulango" src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/makam-raja-bulango.jpg" alt="" width="350" height="275" /></a>Makam Raja Bulango bergelar Aulia Salihin (1752 &#8211; 1772)</p>
<p><br/></p>
<p>Masih dalam riwayatnya, pada suatu hari beliau berpesan pada kaum kerabatnya bahwa kalau beliau wafat atau meninggal dunia agar dimakamkan ditempat dimana beliau biasa memancing. Lama kelamaan danau itupun mengering. Dan dengan proses alam, terjadilah sebuah gunung sampai dengan sekarang terkenal dengan nama <em>Gunung Keramat Hubulo</em>.</p>
<p>Orang tua atau <em>ti Hubulo</em> menjadi Raja Bulango pada tahun 1752 sampai dengan tahun 1772 dan beliau pun dimakamkan di gunung tersebut. Beliau wafat pada tahun 1793 masehi dengan gelar <strong>Aulia salihin</strong>. Makam yang berada dipuncak sebuah bukit ini, memang sudah dikenal luas oleh masyarakat yang ada di Gorontalo.</p>
<p>Gunung keramat Hubulo berketinggian kurang lebih 1800 meter dpl. Terdapat anak tangga sebanyak 80 buah. Dan diatasnya terdapat kubah tempat makam Raja Hubulo, ditingkat bawahnya terdapat bangunan musholah dan paling dibawah adalah rumah penjaga gunung keramat itu. Oleh penjajah Belanda <em>Ti Hubulo</em> ini disebut <em>Van Gobel</em>. Hal ini tidak lepas dari lidah para zionis Belanda kala itu yang agak tersendat-sendat menyebut nama Hubulo sehingga kemudian mereka menyebut Hubulo dengan nama Gobel.</p>
<p>Hingga kini, Gobel menjadi marga terbesar di masyarakat gorontalo. Makam Hubulo sendiri saat ini juga menjadi makam keluarga besar Gobel. Ditempat ini bahkan terdapat  makam <em>Tyaeb Mohammad Gobel</em> pendiri perusahaan elektronik Indonesia PT National Panasonic Gobel, yang kini usaha keluarga tersebut dilanjutkan oleh putranya <a href="http://hulondhalo.com/2009/09/rahmat-gobel/" target="new">Rahmat Gobel</a>.</p>
<p>Seperti <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/makam-keramat-%E2%80%9Cju-panggola%E2%80%9D/" target="new">makam aulia lainnya</a> di Gorontalo, tempat ini selalu menjadi pilihan warga untuk melakukan berbagai ritual ziarah. Biasanya warga yang datang dari berbagai pelosok ini melakukan ziarah pada waktu-waktu hari besar keagamaaan Islam.  Meski demikian di hari-hari lainnya tempat ini juga sering didatangi warga. Tidak hanya berziarah saja, beberapa warga yang datang juga melakukan ritual penyembuhan penyakit.</p>
<p>Menariknya, dalam setiap warga yang datang berziarah ke makam raja Hubulo, selalu membawa pulang tanah yang berada diatas pusara Raja Hubulo. Konon tanah kalau dibuang kedalam sumur bisa menjadikan air sumur menjadi sangat jernih, serta masih banyak lagi khasiat dari tanah tersebut. Anehnya, meski sering diambil tanah tersebut, kondisi makan raja hubulo tidak pernah berubah. Tanah yang diambil oleh warga tidak akan membuat makam raja Hubulo menjadi berlubang atau amblas kedalam. Hal ini disebabkan karena memang makam tersebut adalah bukan makam sembarangan.</p>
<p>Akses ke lokasi makam Raja Hubulo ini, bisa ditempuh dengan menggunakan kenderaan roda dua, <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/bentor-becak-bermotor/" target="new">bentor</a>, dan mobil dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari pusat ibu kota Provinsi Gorontalo.</p>
<p><br/><br />
<em>referensi : indriyana igirisa, gpinfo, arkeolog</em>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/makam-raja-bulango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Cerdas 2015</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/kabupaten-cerdas-2015/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/kabupaten-cerdas-2015/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Cerdas 2015]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Program Daerah Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Program Daerah Kabupaten Cerdas 2015]]></category>
		<category><![CDATA[Program Daerah Kabupaten Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4303</guid>
		<description><![CDATA[
Wacana Kabupaten cerdas 2015 yang digagas sejak 2008 lalu, bukan hanya sebatas wacana program semata. Terbukti, arah menuju target tersebut mulai terus nampak. Ini menunjukan bahwa komitmen pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo dalam membenahi pendidikan di Daerah berjuluk Dulo Itu Momongu Lipu ini, cukup besar dan di prediksi bahwa Kabupaten Gorontalo bakal jadi centra pendidikan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/03/kabupaten-cerdas-2015/kabupaten-cerdas-2015-2/" rel="attachment wp-att-4307"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/kabupaten-cerdas-2015-300x200.jpg" alt="" title="kabupaten cerdas 2015" width="200" height="140" class="alignleft size-medium wp-image-4307" /></a>
<div style="text-align: justify;">Wacana Kabupaten cerdas 2015 yang digagas sejak 2008 lalu, bukan hanya sebatas wacana program semata. Terbukti, arah menuju target tersebut mulai terus nampak. Ini menunjukan bahwa komitmen pemerintah daerah <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>Kabupaten Gorontalo</a> dalam membenahi pendidikan di Daerah berjuluk <em>Dulo Itu Momongu Lipu</em> ini, cukup besar dan di prediksi bahwa <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>Kabupaten Gorontalo</a> bakal jadi centra pendidikan di Provinsi Gorontalo. Dengan kata lain, Program Kabupaten cerdas 2015 merupakan sebuah kenyaaan yang saat ini telah nampak geliatnya.</p>
<p><span id="more-4303"></span><br />
Tentunya hal ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>kabupaten gorontalo</a> yang secara bersama menggenjot sektor pendidikan dari hulu hingga ke hilir. Dengan demikian, masalah-masalah klasik yang sering kali  dihadapi jajaran pendidikan semuanya dapat diatasi secara bertahap. Bahkan para guru yang menjadi penentu utama tercapainya generasi yang berkualitas senantiasa dipacu untuk secara terus menerus meningkatkan kualitasnya, yang dibuktikan dengan dibiayainya para guru baik SD, SMP maupun SMA melalui dana APBD untuk melanjutkan studi S I dan S 2. </p>
<p>Pemerintah Daerah <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>kabupaten gorontalo</a> juga mengambil para Doktor di UNG untuk dijadikan mentor dan difasilitasi dengan sarana dan prasarana. Dimana ketiga doktor tersebut melakukan pembinaan bagi guru – guru disekolah yang tersebar di wilayah <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>Kabupaten Gorontalo</a> secara <em>mobile</em>. Yang paling membanggakan adalah program sertifikasi guru se Provinsi gorontalo, 50 persen di dalamnya adalah guru-guru kabupaten gorontalo yang jumlahnya mencapai 1623 orang.</p>
<p>Tidak hanya itu saja, indikator lain yang menunjukan kabupaten cerdas merupakan sebuah kenyataan adalah tersedianya sarana perguruan tinggi secara komplit. Seperti halnya Universitas Gorontalo, IAIN sultan Amai Gorontalo, Universitas Muhamadiyah Gorontalo, bahkan <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/universitas-negeri-gorontalo-ung/" target='new'>Universitas Negeri Gorontalo</a> akan segera hadir dengan Fakultas Kedokteran UNG yang akan dibuka di <em>eks Mall limboto</em> (sekarang menjadi bagian dari RS. MM. Dunda).</p>
<p>Kedepan, Kabupaten Gorontalo akan menjadi sentra pendidikan di Provinsi Gorontalo. Hal yang paling mendasar tegas Nelson adalah program yang dilakukan benar – benar inovatif yang berorientasi terhadap peningkatan mutu. Di mana Pemerintah daerah telah menjalin kerja sama yang baik dengan dunia luar seperti halnya Unicef, Bank Dunia, Jerman, Uni eropa. Semua ini tentunya diaraih atas terbangunnya sinergi pemerintah daerah mulai dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten, yang diperkuat pula dengan  adanya legalitas pendidikan yang ditunjukan dengan dibuatnya Perda pendidikan.</p>
<p><br/><br />
<em>referensi : gpinfo, suara publik</em>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/kabupaten-cerdas-2015/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potensi Tebu di Gorontalo</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/potensi-tebu-di-gorontalo/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/potensi-tebu-di-gorontalo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 05:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Potensi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditi Unggulan Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditi Unggulan Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Pertanian Tebu di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pabrik Gula Tolangohula Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Daerah Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Pertanian Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Tebu di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Tebu di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tebu di Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4296</guid>
		<description><![CDATA[
Gorontalo yang berusia sembilan tahun pada 16 Februari 2010 ini, mencatat pembangunan pesat di bidang ekonomi berbasis agropolitan hanya dalam hitungan seumur jagung. Secara kebetulan, pesatnya agropolitan Gorontalo itu juga berkat pengembangan tanaman jagung. Secara geografis, provinsi muda itu diapit oleh Laut Sulawesi di sebelah utara, Provinsi Sulut di sebelah timur, Teluk Tomini di sebelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/03/potensi-tebu-di-gorontalo/potensi-tebu/" rel="attachment wp-att-4298"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/potensi-tebu-300x200.jpg" alt="" title="potensi tebu" width="200" height="140" class="alignleft size-medium wp-image-4298" /></a>
<div style="text-align: justify;">Gorontalo yang berusia sembilan tahun pada 16 Februari 2010 ini, mencatat pembangunan pesat di bidang ekonomi berbasis agropolitan hanya dalam hitungan seumur jagung. Secara kebetulan, pesatnya agropolitan Gorontalo itu juga berkat pengembangan tanaman jagung. Secara geografis, provinsi muda itu diapit oleh Laut Sulawesi di sebelah utara, Provinsi Sulut di sebelah timur, Teluk Tomini di sebelah selatan, dan Provinsi Sulteng di sebelah barat. Provinsi Gorontalo memiliki luas wilayah sebesar 12.215,45 km2. Perekonomian masyarakat Gorontalo sebelum tahun 2001 boleh dibilang tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain di sekitarnya, bahkan di antara provinsi lain di kawasan Indonesia Timur.</p>
<p><span id="more-4296"></span><br />
Perekonomian daerah mengalami kemajuan seiring dengan pencanangan – pencanangan program agripolitan dengan <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/jagung-tetap-branding-gorontalo/" target='new'>komoditi jagung sebagai andalan daerah</a>. Dipilihnya jagung sebagai budidaya primadona masyarakat Gorontalo oleh pemerintah daerah sebagai prioritas pengembangan daerah adalah keterkaitan yang erat dengan masyarakat Gorontalo yang memiliki ragam budidaya tanaman hortikultura yang semuanya memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah <strong>tanaman tebu</strong>.</p>
<p>Khusus tanaman tebu telah lama menjadi komoditi andalan <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new>Kabupaten Gorontalo</a> dan <a href="http://hulondhalo.com/2009/07/kabupaten-boalemo/" target='new'>Kabupaten Boalemo</a>. Ratusan hektar tanaman tebu dapat dilihat di wilayah Paguyaman dan Tilamuta yang seluruh hasil produksi tanaman tebu rakyat dapat langsung diserap dan diproduksi pada <em>Pabrik Gula Tolangohula</em> yang sudah hampir 20 tahun beroperasi di daerah ini.</p>
<p>Dalam skala regional Indonesia bagian timur pada periode 10 tahun terakhir, luasan areal perkebunan mengalami penurunan sekitar 1,1% per tahun. Secara signifikan penurunan areal dipengaruhi oleh penurunan luas perkebunan tebu untuk 3 Pabrik Gula yang terdapat di Sulawesi Selatan (PG Takalar, PG Camming dan PG Bone) yang rata-rata mengalami penurunan sekitar 4,7% per tahun. Sedangkan industri gula di Gorontalo mengalami sebaliknya, luasan areal perkebunan tebu rata-rata mengalami peningkatan sekitar 7,8% per tahun. Luas areal perkebunan tebu di Indonesia bagian timur mencapai antara 16.058-17.909 ha, terdiri dari di PG Tolanghula 48%, Takalar 22%, Camming 10% dan Bone 20%, dari total areal.</p>
<p>Selain luas areal perkebunan tebu, kebutuhan gula di wilayah indonesia bagian timur utamanya dicukupi oleh Pabrik Gula Tolangohula dengan produksi gula di wilayah ini rata-rata 58.393 ton/tahun, atau sekitar 67% dihasilkan PG Tolanghula dan sisanya dari PG-PG di Sulawesi Selatan. Produksi gula di Gorontalo relatif masih lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi, yaitu berkisar antara 14-28 ribu ton per tahun. Kelebihan produksi gula ini tentu secara teoritis dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan gula di provinsi lainnya.</p>
<p>Ekspor provinsi Gorontalo pada Januari 2010 mengalami kenaikan 9,58 persen dibandingkan Desember 2009, dari 1.411.799 Dollar  1.547.099 Dollar. Sepanjang Januari tersebut ekspor difokuskan pada Negara Hongkong, Korea Selatan, Singapura dan Taiwan. Nilai ekspor tiap Negara bervariasi, yang tertinggi ditempati Taiwan dengan nilai 1.022.210 Dollar, dikuti Singapura 317.050 Dollar, Hongkong 194.000 dan Korea Selatan 13.839 Dollar dengan komoditas yang menjadi andalan ekspor tersebut adalah kayu dan barang dari kayu, bungkil kopra, gula dan kembang gula (tetes tebu). Dapat dilihat bahwa potensi tanaman tebu sangat mendominasi nilai ekspor gorontalo.</p>
<p>Industri gula eksisting di Indonesia bagian timur, khusunya di PG Tolangohula yang memiliki potensi lahan hinterland-nya yang secara potensial dapat diperluas dengan cara mengoptimalkan penggunaan lahan potensial dan penggunaan lahan pengembangan yang diperkirakan luas secara keseluruhan yang masih tersedia mencapai 20.036 ha.</p>
<p>Untuk mendorong percepatan pembangunan industri gula, di lokasi lahan potensian perlu perbaikan aksesibilitas dan infrastruktur, dukungan dalam kemudahan akses informasi dan menempatkan potensi lahan untuk tebu pada prioritas tinggi, dukungan pemerintah untuk mendorong dunia usaha pergulaan yang lebih kondusif dan konsistensi dalam menerapkan kebijakan.</p>
<p><br/>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/potensi-tebu-di-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat Tangkap Dudayaho dan Bibilo di Danau Limboto Kebal hukum</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/alat-tangkap-dudayaho-dan-bibilo-di-danau-limboto-kebal-hukum/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/alat-tangkap-dudayaho-dan-bibilo-di-danau-limboto-kebal-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 04:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Persepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tangkap Bibilo]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tangkap Dudayaho]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tangkap Dudayaho dan Bibilo di Danau Limboto Kebal hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tangkap Ikan di Danau Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Bibilo]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Dudayaho]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Danau Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Perikanan Di Danau Limboto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4232</guid>
		<description><![CDATA[
Danau limboto ádalah tempat untuk mencari nafkah bagi sekitar 1500 KK masyarakat di sekitar danau, dengan cara usaha penangkapan ikan, sehingga kondisi sumberdaya perairan dan perikanan harus menjamin keberlanjutannya. Untuk menjaga kesinambungan usaha penangkapan ikan supaya dapat dimanfaatkan juga oleh anak cucu kita, maka dibuat peraturan untuk menjaga sumberdaya ikan tersebut dengan melarang alat tangkap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-4233" href="http://hulondhalo.com/2010/03/alat-tangkap-dudayaho-dan-bibilo-di-danau-limboto-kebal-hukum/alat-tangkap-ikan-bibilo-di-danau-limboto/"><img class="alignleft size-medium wp-image-4233" title="alat tangkap ikan bibilo di danau limboto" src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/alat-tangkap-ikan-bibilo-di-danau-limboto-300x198.jpg" alt="" width="200" height="145" /></a>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau limboto</a> ádalah tempat untuk mencari nafkah bagi sekitar 1500 KK masyarakat di sekitar danau, dengan cara usaha penangkapan ikan, sehingga kondisi sumberdaya perairan dan perikanan harus menjamin keberlanjutannya. Untuk menjaga kesinambungan usaha penangkapan ikan supaya dapat dimanfaatkan juga oleh anak cucu kita, maka dibuat peraturan untuk menjaga sumberdaya ikan tersebut dengan melarang alat tangkap yang merusak sumberdaya ikan di <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau Limboto</a>. Sayangnya, dalam pelaksanaannya maíz ada alat tangkap ikan yang kebal hukum karena sudah dilarang dengan perda &amp; sering diperingatkan serta ditangkap masih juga digunakan, yaitu alat tangkap <strong>DUDAYAHO</strong> &amp; <strong>BIBILO</strong>.</p>
<p><span id="more-4232"></span><br />
<strong>1. Dudayaho</strong></p>
<p>Alat tangkap dudayaho sebenarnya alat tangkap ikan yang merugikan nelayan dan sumberdaya ikan di Danau, bila alat tangkap ikan ini tetap digunakan akan berakibat pada kecepatan punahnya jenis-jenis ikan asli perairan <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau Limboto</a> (<em>Ikan Manggaba’i</em> dan <em>Ikan Payangga</em>), sehingga alat tangkap ini dilarang digunakan. Alat tangkap ikan ini biasanya beroperasi di wilayah sekitar tumbuhan air (bibilo) dan wilayah budidaya, menangkap ikan dengan ukuran masih Sangat kecil dengan berat kurang dari 5 gram (usuran panjang antara 1,5 – 5,0 cm) atau bisa disebut menangkap benih ikan. Benih ikan di sekitar wilayah budidaya karena sedang mencari makan yang terbuang dari pakan budidaya dan di wilayah bibilo benih ikan tersebut sedang berlindung atau memang induknya memijah di wilayah <em>bibilo</em>. Hasil tangkapan alat tangkap <em>dudayaho</em> sehari pagi sampai sore atau sore sampai pagi mendapatkan sekitar 15.000 – 25.000 ekor dan bila dijual laku sekitar Rp.30.000 – Rp.50.000.</p>
<p>Benih ikan yang tertangkap <em>dudayaho</em> sebagian besar adalah <em>ikan payangga</em> dan <em>manggaba’i</em>, berdasarkan hasil pengamatan sampai dengan saat ini maíz ada sekitar 15 – 20 buah dudayaho yang masih beroperasi. Bila dalam satu hari ada 15 buah dudayaho yang beroperasi, maka benih ikan yang tertangkap sekitar 15 x 20.000 ekor = 300.000 ekor, sehingga dalam satu bulan = 9.000.000 ekor = 108.000.000 ekor / tahun. Hasil tangkapan dudayaho dalam satu tahun bila dihitung satu trip Rp.20.000 = 15 bh x 30 hr x 12 bln x 50.000 = Rp.270.000.000, dan bila benih tersebut dibiarkan tidak ditangkap selama satu tahun – dua bulan, maka akan berkembang dan berukuran sekitar 50 – 100 gram dan harganya sekitar Rp. 1.000 / ekor. Sehingga harga ikan yang tertangkap dudayaho bila dalam pertumbuhan selama satu – dua bulan terjadi kematian 50 % maka sisa yang akan tertangkap menjadi = 50 % x 108.000.000 x Rp.1.000 = 54 Milyard Rupiah.</p>
<p>Sebuah hasil yang Sangay berbeda nyata dari 270 juta rupiah dan 54 milyard rupiah (20 kali lipat), bila dudahayo tidak beroperasi maka sumberdaya ikan yang akan dilindungi Sangay besar jumlahnya. Sehingga masih sangat mungkin untuk diambil oleh keturunan kita atau anak cucu kita.</p>
<p>Sebuah sumbang saran, bila hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap dudayaho yang sertifikat atau dicatat dan mendapat izin dapat ditampung oleh dinas terkait, misal Dinas Perikanan dan Balihristi, kemudian dibesarkan dahulu pada sebuah tampungan, maka akan menjadi bahan restocking yang sangat berharga dan tidak perlu repot-repot mencari benih ikan asli untuk ditebar.</p>
<p><strong>2. Bibilo</strong></p>
<p>Alat tangkap bibilo ádalah alat tangkap berupa perangkap yang sejenis rumpon yang digunakan untuk menangkap ikan dilaut. Alat tangkap ini merupakan perangkap dan biasanya di buka atau di panen setelah 3 – 6 bulan. Bahan perangkap <em>bibilo</em> adalah tumbuhan air eceng gondok yang diikat atau disatukan dengan pengaman bambo. Luas bibilo berkisar antara 200-600 m2. Bibilo ini memberikan tempat untuk ikan dapat berlindung, mencari makan, memijah dan berkembang biak dan membesar didalamnya, kemudian setelah sekitar 6 bulan (biasanya pada air surut) ikan ditangkap menggunakan jaring eret yang dilakukan oleh sekitar 4 – 6 orang. Hasil tangkapan bibilo, biasanya kurang dari 100 kg ikan dengan usuran cukup besar, lebih dari 50 gram, antara lain ikan nila, gabus, tawes, mujair, payangga dan manggaba’i.</p>
<p>Alat tangkap bibilo dilarang bukan karena ikan yang ditangkap, tetapi disebabkan oleh karena dapat mempercepat pendangkalan yang diakibatkan oleh sersah eceng gondok yang jatuh ke air dan rompun eceng gondok dapat merupakan perangkap redimen. Berkembangnya luas bibilo juga mengganggu lalulintas perahu perahu dan berdampak negatif terhadap budidaya karena menyebabkan penurunan kualitas air (khusunya kandungan oksigen terlarut).</p>
<p>Pada saat ini di <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau Limboto</a>, ada sekitar 500 bibilo yang terpasang dan bila satu bibilo mempunyai luas rata-rata 400 m2, maka luas bibilo yang menutupi permukaan <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau Limboto</a> sekitar 200.000 m2 x 20 ha, maíz ditambah eceng gondok liar. Seperti telah disebutkan diatas bahwa berdasarkan hasil tangkapan ikan dari bibilo tidak mengganggu terhadap populasi ikan, tetapi terhadap sumberdaya perairan. Bibilo sangat mengganggu karena menurunkan kualitas air dan mempercepat pendangkalan, sehingga alat ini dilarang.</p>
<p><em>Bibilo</em> seperti juga <em>dudayaho</em> walaupun dilarang, tetapi sampai sekarang masih ada dan banyak di <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau Limboto</a>, sehingga akan mengganggu keberlanjutan sumberdaya perairan dan perikanan di <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/danau-limboto/" target="new">Danau Limboto</a>. Berdasarkan hasil pengamatan, maka bibilo sebenarnya mempunyai fungís positif yaitu dapat dijadikan sebagai kawasan konservasi karena merupakan sumber benih, tempat untuk berlindung dan mencari makan serta memijah bagi ikan, sehingga tidak semua bibilo harus dihilangkan, tetapi perlu dikaji berapa luasan yang memnuhi syarat untuk dijadikan reservat atau swaka.</p>
<p><br/><br />
<em>Penulis : Krismono<br />
Mahasiswa program doctor, Jurusan Sumberdaya Perairan<br />
Sekolah Pasca Sarjana IPB Bogor<br />
Peneliti Badan Reset Kelautan dan Perikanan, DKP</em></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/alat-tangkap-dudayaho-dan-bibilo-di-danau-limboto-kebal-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inflasi Gorontalo Tertinggi di Kawasan Timur Indonesia</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/inflasi-gorontalo-tertinggi-di-kawasan-timur-indonesia/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/inflasi-gorontalo-tertinggi-di-kawasan-timur-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 09:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi Gorontalo Tertinggi di Kawasan Timur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaikan Harga Komoditas di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Perekonomian Gorontalo yang Cerah]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4223</guid>
		<description><![CDATA[
Kenaikan harga komoditas tertentu yang menyebabkan kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 5,52 persen, makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebesar 0.51 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen menjadi alasan Gorontalo mengalami inflasi 1,68 persen pada bulan Februari meski di kelompok lainnya mengalami penurunan. Sub kelompok buah-buahan naik 24,83 persen, padi-padian, umbi-umbian dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/03/inflasi-gorontalo-tertinggi-di-kawasan-timur-indonesia/inflasi-gorontalo-tertinggi-indonesia-timur/" rel="attachment wp-att-4224"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/inflasi-gorontalo-tertinggi-indonesia-timur-300x188.jpg" alt="" title="inflasi gorontalo tertinggi indonesia timur" width="200" height="130" class="alignleft size-medium wp-image-4224" /></a>
<div style="text-align: justify;">Kenaikan harga komoditas tertentu yang menyebabkan kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 5,52 persen, makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebesar 0.51 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen menjadi alasan Gorontalo mengalami inflasi 1,68 persen pada bulan Februari meski di kelompok lainnya mengalami penurunan. Sub kelompok buah-buahan naik 24,83 persen, padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya mengalami kenaikan terbesar 9,03 persen, sayuran 7,37 persen.</p>
<p><span id="more-4223"></span><br />
Pemantauan yang dilakukan Badan Pusat Statistik provinsi Gorontalo menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen dari 118,77 pada bulan Januari menjadi 120,77 pada Februari, Laju inflasi tahun kalender 2010 sebesar 2,07 persen dan inflasi year on year (Februari 2009 terhadap Februari 2010) sebesar 4,89 persen.</p>
<p>Selain ada kelompok yang naik, ada juga yang mengalami penurunan seperti kelompok perumahan air listrik gas dan bahan baker sebesar 0,40 persen, sandang 0,38 persen, pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen.</p>
<p>Secara detail, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah beras, pepaya, ikan ekor kuning, ikan tude, tomat sayur, gula pasir, ikan cakalang, pisang, cabai merah, minyak goreng, kembung, bawang merah, ikan bubara, daging ayam ras, kunyit, nanas, cabe rawit, kemirii, telur ayam ras, kusen, ikan teri, ayam hidup, gula merah, obat dengan resep, lada, kelapa, kerapu, body lotion, tauge, detergen bubuk, susu balita, telur ayam kampung, obat gosok, parfum, kursi, susu bubuk, kecat, cat kayu, susu kental manis, obat batuk, obat sakit kepala, kerupuk udang, susu bayi, pembersih dan ikan malalugis.</p>
<p>Tingginya nilai inflasi Gorontalo pada bulan Februari ini menempati posisi teratas di kawasan timur Indonesia, diikuti Sorong 0,91 persen, Watampone 0,53 persen dan Manado 0,49 persen. Sementara di tingkat nasional, dari 66 kota inflasi, posisi Gorontalo tertinggi kedua setelah Tarakan yang mencapai 1,82 persen.</p>
<p><br/>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/inflasi-gorontalo-tertinggi-di-kawasan-timur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kolombengi Lo Walima</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/kolombengi-lo-walima/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/kolombengi-lo-walima/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 14:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cendera Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Cendera Mata Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Cendera Mata Khas Desa Bubohu]]></category>
		<category><![CDATA[Cendera Mata Khas Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Cendera Mata khas Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Kolombengi]]></category>
		<category><![CDATA[Kolombengi Lo Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Kolombengi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Khas Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Waiata Budaya Walima Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Walima di Desa Bubohu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4212</guid>
		<description><![CDATA[
Merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Desa Wisata Religius Bubohu pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal, akan menyimpan banyak kenangan indah bagi pengunjung lokal gorontalo dan wisatawan mancanegara. Saat memasuki gerbang desa wisata bubohu, Anda akan di sambut dengan penuh ramah tamah oleh warga Desa Bongo yang pada saat perayaan maulid nabi mengenakan jubah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/03/kolombengi-lo-walima/kolombengi-lo-walima/" rel="attachment wp-att-4214"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/Kolombengi-Lo-Walima-300x228.jpg" alt="" title="Kolombengi Lo Walima" width="200" height="140" class="alignleft size-medium wp-image-4214" /></a>
<div style="text-align: justify;">Merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/" target="new">Desa Wisata Religius Bubohu</a> pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal, akan menyimpan banyak kenangan indah bagi pengunjung lokal gorontalo dan wisatawan mancanegara. Saat memasuki gerbang <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/" target="new">desa wisata bubohu</a>, Anda akan di sambut dengan penuh ramah tamah oleh warga Desa Bongo yang pada saat perayaan maulid nabi mengenakan jubah dan pakaian muslim berwarna putih. Kesan reiligius akan sangat di rasakan oleh setiap pengunjung dalam menikmati perayaan walima di Desa Bubohu. Senyum ramah menyambut tamu dari para generasi muda desa bubohu membuat setiap pengunjung seperti terhipnotis dan merasakan betapa ikatan kekeluargaan masih sangat terasa di desa ini. Sangat berbeda dengan kehidupan perkotaan yang penuh dengan ambisi dan keegoan.</p>
<p><span id="more-4212"></span><br />
Memasuki gerbang <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/" target="new">Desa Wisata Religius Bubohu</a>, pengunjung akan langsung menerima cendera mata khas Desa Bubohu. Yakni ole – ole <strong>Kue Kolombengi Lo Walima</strong>. Cendera Mata khas perayaan maulid Nabi Muhammad SAW ini di kelola oleh <em>PKBM Yotama</em> secara profesional dengan dibuatkan dalam kemasan dos yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Bubohu. Dan telah di pasarkan secara luas dengan harapan agar langkah ini dapat menjadikan kolombengi sebagai potensi perekonomian masyarakat pedesaan, sehingga selain dijadikan icon walima, kolombengi dapat mengangkat derajat kehidupan masyarakat pedesaan.</p>
<p>Cendera mata dalam kemasan dos ini berisi beberapa <a href="http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/" target="new">kue kolombengi</a>. Menurut beberapa sumber, cendera mata ini dibuatkan dengan maksud untuk memperkenalkan kue khas walima ini kepada pengunjung agar dikenal secara luas serta meminimalisir persoalan yang pernah terjadi pada perayaan tahun – tahun kemarin, bahwa pengunjung seringkali merasa sangat ingin mencicipi seperti apa rasa kue kolombengi pada saat menyaksikan prosesi adat dan parade walima. Dengan adanya cendera mata ini, pengunjung langsung dapat merasakan <a href="http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/" target="new">kue kolombengi</a> lo walima dengan tidak saling berebutan lagi.</p>
<p><br/></p>
<p style="text-align: center;"><a title="kolombengi lo walima" href="http://hulondhalo.com/?p=4212" target="untiled"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://i666.photobucket.com/albums/vv21/galleryhulondhalo/kuliner/cenderamatadesawisatareligiusbubohu.jpg" alt="KOLOMBENGI LO WALIMA" height="250" /></a>Kolombengi Lo Walima<br />
Cendera mata khas Desa Bubohu (Bongo)</p>
<p><br/></p>
<p>Cendera mata yang hanya di dapatkan pada saat perayaan maulid Nabi Muhammad SAW atau perayaan tradisi walima di Desa Bubohu ini memiliki nilai ekonomis serta dapat menggerakkan potensi masyarakat atau sentra – sentra UKM, khususnya dalam pembuatan kue walima. Karena <a href="http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/" target="new">kue kolombengi</a> yang paling mendominasi pada setiap <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/" target="new">perayaan walima</a>.</p>
<p>Selain cendera mata <strong>Kue Kolombengi Lo Walima</strong>, ada juga cendera mata berupa <em>sarung putih walima</em> dan <em>kipas walima</em>. Untuk kedua cendera mata ini, oleh <em>PKBM Yotama</em> di khususkan buat seluruh elemen masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan perayaan walima. Khusus buat pengunjung hanya mendapatkan cendera mata <strong>Kue Kolombengi Lo Walima</strong>.</p>
<p><br/>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/kolombengi-lo-walima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kue Kolombengi</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 13:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Pohutu Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Kolombengi]]></category>
		<category><![CDATA[Kolombengi Lo Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Kolombengi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Khas Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Khas Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Tradisional Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tolangga]]></category>
		<category><![CDATA[Toyopo]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4200</guid>
		<description><![CDATA[
Kue Kolombengi merupakan kue tradisional khas gorontalo yang tidak di dapatkan di daerah lain. Diolah secara tradisional sehingga ke khasan penganan ini dapat di nikmati dari rasanya yang benar-benar beda dari kue lain pada umumnya. Selain kue (kukis) kolombengi memiliki rasa yang khas, kuliner ini menjadi icon makanan pada perayaan maulid Nabi Muhammad SAW atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/kue-kolombengi-khas-walima/" rel="attachment wp-att-4204"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/kue-kolombengi-khas-walima-300x230.jpg" alt="" title="kue kolombengi khas walima" width="200" height="150" class="alignleft size-medium wp-image-4204" /></a>
<div style="text-align: justify;"><strong>Kue Kolombengi</strong> merupakan kue tradisional khas gorontalo yang tidak di dapatkan di daerah lain. Diolah secara tradisional sehingga ke khasan penganan ini dapat di nikmati dari rasanya yang benar-benar beda dari kue lain pada umumnya. Selain kue (kukis) kolombengi memiliki rasa yang khas, kuliner ini menjadi icon makanan pada perayaan maulid Nabi Muhammad SAW atau perayaan <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/adat-pohutu-walima/" target="new">tradisi walima</a>. Kelebihan kue kolombengi ini selain rasanya yang manis, dapat bertahan hingga berbulan bulan lamanya. Konon katanya, Kue Kolombengi makin lama di simpan makin enak rasanya. Tak heran jika kue ini jadi <em>trade mark</em> pada <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/" target="new">perayaan walima</a>, sebuah tradisi cinta pada sang Nabi, yang dirawat dari generasi ke generasi di bumi <a href="http://hulondhalo.com" target="new">hulondhalo</a>.</p>
<p><span id="more-4200"></span><br />
Walaupun isi dari <em>tolangga</em> terdapat juga makanan lain, seperti <a href="http://hulondhalo.com/2009/10/lalampa/" target="new">lalampa</a>, nasi kuning, <em>bajo’e</em>, tapi yang paling mendominasi dan paling banyak yang menghiasi tolangga adalah <em>kue kolombengi</em>. Hal ini menjadikan kue kolombengi sangat bernilai ekonomis pada saat perayaan maulid nabi muhammad SAW di Gorontalo. Betapa tidak, karena dengan adanya <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/adat-pohutu-walima/" target="new">tradisi walima</a> ini, banyak masyarakat yang mendapatkan <em>order</em> atau pesanan untuk membuat kue kolombengi. Telah dikalkulasi bahwa yang mampu membuat 1 buah tolangga yang berhias kue kolombengi dan <em>toyopo</em> rata-rata menghabiskan 500 hingga 800 kolombengi. Dan anggarannya mencapai Rp1 juta &#8211; Rp3 juta, bahkan ada yang lebih.</p>
<p>Jadi hal ini dapat menghasilkan nilai tambah ekonomis dan pendapatan bagi masyarakat, khusunya para pembuat kue kolombengi. Bagi yang ingin membuat sendiri kue kolombengi, Berikut resep untuk membuat lebih dari 100 kue kolombengi :<br />
<br/><br />
<a title="kue kolombengi" href="http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/" target="untiled"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" src="http://i666.photobucket.com/albums/vv21/galleryhulondhalo/kuliner/kulinerwalimakuekolombengi.jpg" alt="KUE KOLOMBENGI" height="250" /></a></p>
<p><strong>Bahan Dasar</strong> :</p>
<ul>
<li> 25 Telur Ayam</li>
<li> Tepung Terigu 2 Kg</li>
<li> Gula 2 Kg</li>
<li> Air 1 Gelas Kecil</li>
<li> Vanili 2 Bungkus (untuk menghilangkan aroma telur)</li>
<li> Soda 1 Sendok Makan</li>
<li> Pewarna (Abu Kuning, di daerah gorontalo di kenal dengan nama <em>Kasumba</em>) 2 Bungkus</li>
</ul>
<p><strong>Cara membuat Kue Kolombengi</strong> :</p>
<ol>
<li> Terlebih dahulu bahan Telur dan Gula di campur dalam satu wadah dan di kocok sampai adonan menyatu. (Sebaiknya dikocok menggunakan alat tradisional atau pengaduk adonan manual, tidak menggunakan mixer. Dengan alasan agar larutan gula cepat  meresap ke dalam adonan)</li>
<li> Sambil mengocok, adonan di berikan air sedikit demi sedikit.</li>
<li> Setelah wadah tempat adonan di wadah tadi terasa ringan, masukan bahan – bahan Soda, Vanili, Terigu dan Abu Kuning (<em>Kasumba</em>)</li>
<li> Aduk hingga adonan benar-benar menyatu.</li>
<li>Setelah mengental, adonan di masukkan ke dalam cetakan Kue Kolombengi. (cetakan kue kolombengi ini bentuknya bervariasi, misal ada yang berbentuk ikan koki, berbentuk belimbing dan lain sebagainya. Bentuk kue kolombengi ini  disesuaikan dengan selera pembuat. Tapi pada umumnya, bentuk Kue Kolombengi seperti daun)</li>
<li> Setelah di keluarkan dari cetakan, di panggang di dalam oven atau di atas bara (di pupuh). Paling bagus di panggang di atas bara dengan menggunakan sabut kelapa (lungga bongo).</li>
<li> Kue Kolombengi siap disajikan</li>
</ol>
<p>Kue kolombengi, kuliner khas tradisi walima yang menyimpan banyak kisah dan kenangan dalam moment perayaan maulid nabi tiap tahunnya. Saat ini, kolombengi telah di kelola secara profesional oleh PKBM Yotama dengan di berikan kemasan praktis di lengkapi marketing walima. <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/" target='new'>Tradisi walima</a> dengan kue kolombengi, sebuah tradisi wujud cinta kepada nabi yang tak akan pernah berhenti hingga akhir zaman. Ribuan warga yang menghadiri perayaan walima pada setiap maulid nabi di gorontalo akan larut dalam lantunan zikir (<em>dikili</em>) dan kenyang dengan nikmatnya kue kolombengi.</p>
<p><br/>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/03/kue-kolombengi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Wisata Religius Bubohu</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 14:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aset Pariwisata Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bongo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Bubohu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata Religi di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata Religius Bubohu]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Walima Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Walima Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Parade Walima di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Subuh Desa Bubohu]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Walima di Desa Bubohu]]></category>
		<category><![CDATA[Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya Tradisi Walima]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4177</guid>
		<description><![CDATA[
Desa Bubohu atau lebih dikenal dengan Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo merupakan sebuah desa yang terletak di pesisir teluk tomini. Berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Tanjung Kramat Kota Gorontalo. Desa yang berpenduduk lebih kurang dari 3.200 jiwa atau 850 kk yang menyebar di 5 (lima) dusun, dusun timur, dusun tengah, dusun barat, dusun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/desa-wisata-religius-bubohu/" rel="attachment wp-att-4181"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/03/Desa-Wisata-Religius-Bubohu-300x224.jpg" alt="" title="Desa Wisata Religius Bubohu" width="200" height="140" class="alignleft size-medium wp-image-4181" /></a>
<div style="text-align: justify;"><strong>Desa Bubohu</strong> atau lebih dikenal dengan Desa Bongo Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo merupakan sebuah desa yang terletak di pesisir teluk tomini. Berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Tanjung Kramat Kota Gorontalo. Desa yang berpenduduk lebih kurang dari 3.200 jiwa atau 850 kk yang menyebar di 5 (lima) dusun, dusun timur, dusun tengah, dusun barat, dusun tenilo dan dusun wapalo pada tahun 2004 di tetapkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai Desa Wisata Religius dengan pesona wisata budayanya yang spektakuler. Selain memiliki keunikan budaya, Desa Bubohu memiiki aset pariwisata alam dan religius lainnya.</p>
<p><span id="more-4177"></span><br />
Mayoritas penduduk desa ini adalah nelayan dan perantau, kecuali <em>dusun Tenilo</em> dan <em>Wapalo</em> sebagian besar penduduknya adalah petani dan penambang batu alam. Masyarakat nelayan desa ini menjadi nelayan pemburu ikan tuna sampai Molibagu Bolaang Mongondow, Bitung, Maluku, Sorong, Flores, Majene, Sulawesi Barat dan sebagian pulau-pulau di Sulawesi Tengah, juga wilayah-wilayah lain di Provinsi Gorontalo seperti <a href="http://hulondhalo.com/2009/10/kabupaten-gorontalo-utara/" target='new'>Kabupaten Gorontalo Utara</a>, <a href="http://hulondhalo.com/2009/07/kabupaten-boalemo/" target='new'>Kabupaten Boalemo</a>, <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/kabupaten-pohuwato/" target='new'>Kabupaten Pohuwato</a>, <a href="http://hulondhalo.com/2009/05/kabupaten-bone-bolango/" target='new'>Kabupaten Bone Bolango</a> menjadi daerah buruan mereka secara turun-temurun bahkan banyak yang sudah menetap jadi penduduk daerah itu.</p>
<p>Sebelum abad 17, Desa Bubohu yang ada pada saat itu adalah kawasan pemukiman yang homogen dan religius, yang wilayahnya terbagi dua, yaitu :</p>
<ol>
<li> Wilayah dataran tinggi, bernama <strong>Tapa Modelo</strong> (sekarang menjadi dusun Tenilo dan Dusun Wapalo)</li>
<li> Wilayah Dataran rendah, bernama <strong>Tapa Huota</strong> atau <strong>Huwata</strong> (sekarang menjadi dusun timur, dusun tengah dan dusun barat)</li>
</ol>
<p>Pada umumnya penduduk saat itu, sumber mata pencariannya adalah bertani. Selain bertani masyarakatnya mempunyai adat dan kebudayaan yang sangat tinggi yang berlandaskan pada ajaran agama islam sebagai acuan dalam berkehidupan dan bermasyarakat. Pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan serta kegiatan lainnya di lakukan di <strong>Tudulio</strong> (dataran tinggi). Peran tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat berpengaruh di masyarakat dan satu tokoh yang menjadi panutan dan berpengaruh pada saat itu bernama <strong>Hilalumo Amay</strong>.</p>
<p>Pada tahun 1750, seorang raja gorontalo dari Tamalate (Raja Ternate) mengunjungi <strong>Tapa Modelo</strong>, mengadakan pertemuan / perundingan dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk merumuskan kepemerintahan dan perluasan wilayah kekuasaan dan untuk delegasi Tapa Modelo dipimpin oleh <em>Hilalumo Amay</em>. Dalam perundingan tersebut, menghasilkan :</p>
<ol>
<li><em>Tapa Modelo</em> dan <em>Tapa Huota</em> menjadi bagian dari kerajaan gorontalo, dengan nama <strong>Bubohu</strong>.</li>
<li><strong>Hilalumo Amay</strong> sebagai pemimpin (Raja)</li>
<li> Wilayah kekuasaan meliputi wilayah pantai, dengan batas – batas sebagai berikut :
<ul>
<li>Sebelah barat berbatasan dengan <em>Tanjung Olimeala</em> (sekarang batas antara Kecamatan Biluhu dengan Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo)</li>
<li> Sebelah Timur berbatasan dengan <em>Hulupilo</em> / <em>Huntingo</em> (terletak di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo).</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Sebagai bukti dari keberhasilan perundingan antara Raja Tamalate dan Bubohu, mereka tandai dengan menanam kelapa (Bongo), dimana kelapa tersebut sudah disiapkan oleh Raja Tamalate sebelum perundingan, dan areal penanaman di Tudulio, dekat dengan tempat pertemuan / perundingan mereka. (Sekarang areal tersebut masih ada, walaupun pohon-pohon kelapa yang ditanam sudah mati).</p>
<p>Kemudian sejak Gorontalo dikuasai oleh Belanda pada tahun 1873 sampai dengan tahun 1886 dan dengan dilkeluarkannya Beslit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 17 April 1889 (Staadblad No. 250 Tahun 1889) tentang Retrukturisasai kekuasaan dengan menghapuskan kekuasaan, keputusan Raja-raja sudah sangat berpengaruh pada pemerintahan bubohu semua bukti sejarah dirusak dan diambil oleh Belanda sampai dengan rumah-rumah penduduk yang ada di Tudulio dan sekitarnya diperintahkan Belanda dibongkar sampai dengan tiangnya (Woh Hi). Sejak saat itu pula penduduk dari Bubohu sudah mulai berpindah-pindah tempat dan mereka menyebar keseluruh wilayah Gorontalo, diantaranya ke Isimu, Bongomeme, M olopatodu, Uabanga (Bone Pantai), Tapa dan Pesisir Pantai bagian Barat Gorontalo.</p>
<p>Bersamaan dengan dikeluarkannya Beslit tersebut diatas maka Bubohu dibagi menjadi dua wilayah, yakni dari <em>Buotanga</em> sampai dengan <em>Tanjung Olimealo</em> masuk pada <strong>Onder Afdeling Limboto</strong> dan dari <em>Buotanga</em> sampai dengan <em>Hulupilo</em> masuk pada <strong>Onder Afdeling Gorontalo</strong>.</p>
<p>Kemudian pada Tahun 1925 terjadi perubahan Pemerintahan Kolonial Belanda berdasarkan Lembaran Negara No. 262/1925 dari <em>Biluhu</em> sampai dengan <em>Huonga</em> masuk pada <em>Onder Afdeling Gorontalo</em> dibawah Kepemerintahan <em>Distrik Batudaa</em> dan dari <em>Ayuhulalo</em> (Sekarang Desa Kayubulan) sampai dengan <em>Bubohu</em> (Bongo) masuk pada <em>Onder Afdeling Gorontalo</em> dibawah kepemerintahan <em>Distrik Kota Gorontalo</em>.</p>
<p>Tahun 1902, <strong>Bubohu</strong> menjadi satu kampung yakni kampung Bubohu dan dipimpin oleh seorang kepala kampung dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li> Utara berbatasan dengan Kelurahan Tenilo / Kelurahan Buliide</li>
<li> Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini</li>
<li> Timur berbatasan dengan Kelurahan Pohe (Dudetumo)</li>
<li> Barat berbatasan dengan Tanjung Pangatiboni</li>
</ul>
<p>Kemudian pada tahun 1937 <em>Kampung Bubohu</em> berubah nama menjadi <em>Kampung Bongo</em>, tetapi tetap bergelar <em>Ti Bobohu</em>. Dasar pertimbangan yang diambil oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat pada saat itu adalah kelapa yang ditanam yang menjadi tanda dan bukti sejarah pertemuan / perundingan antara Raja Talamate dengan <em>Hilalumo Amay</em> sudah di budayakan oleh penduduk secara turun-temurun sehingga berpuluh tahun kemudian Kampung Bubohu telah menjadi hamparan tumbuhan kelapa yang sangat luas dan pada masa itu perekonomian dan penghidupan masyarakat sangat tergantung dari hasil tanaman kelapa tersebut, disamping hasil pertanian yang lain.</p>
<p>Faktor inilah yang diambil dan menjadi landasan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menetapkan nama kampung menjadi <strong>Kampung Bongo</strong>. Dan sampai tahun 1959 Kampung Bongo masih tetap tergabung dengan distrik Kota Gorontalo. Setelah dikeluarkanya Undang-undang No. 29/1959 Tentang pembentukan Daerah Tingkat II Se &#8211; Sulawesi, Kampung Bongo telah menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Daerah tingkat II Gorontalo pada tahun 1960 dan namanya tetap Desa Bongo sampai dengan sekarang.</p>
<p><em>Desa Wisata Religius Bubohu</em>, menyimpan banyak sejarah dan terkenal dengan wisata budayanya. Untuk mendukung program pemerintah provinsi gorontalo dalam bidang pariwisa, maka di Desa Bubohu ini telah dibangun beberapa aset pariwisata sebagai daya tarik pengunjung, baik domestik maupun mancanegara, di antaranya :</p>
<ol>
<li>Masjid Walima Emas yang terletak di puncak bukit. Dengan kubah masjid berbentuk Walima yang terang dan bersinar ketika menjelang malam.</li>
<li> Kalender Islam atau Kalender Hijriah terbesar di dunia yang terdapat di Masjid Walima Emas.</li>
<li> Kolam Miem, Sebuah kolam dengan air pegunungan alami, yang dingin dan sejuk. Kolam yang terletak di puncak bukit dan bersebalahan dengan Masjid Walima Emas.</li>
<li> Kolam renang santri gratis dengan air mancur tanpa mesin.</li>
<li> Pesona Gunung Tidur, pas buat pengunjung yang punya hobby <em>out bond</em>.</li>
<li> Pantai Dulanga dengan pesona alamnya yang eksotik.</li>
<li> Cendera Mata khas Desa Wisata Religius Bubohu, yakni kue kolombengi khas walima dan sarung putih walima yang telah dikemas secara profesional.</li>
<li> Pasar Subuh, Pasar tradisional di Desa Bubohu, yang sampai saat ini sebagian pedagang dan pembelinya masih menggunakan sistem barter atau metode pertukaran barang dengan barang.</li>
</ol>
<p>Seluruh aset pariwisata di Desa Wisata Religius ini di kelola oleh <strong>PKBM Yotama</strong> yang berobsesi menjadikan Desa Bongo menjadi Desa Wisata Religius. Sejak tahun 1997 PKBM Yotama telah merintis pembangunan, mulai dari marketing walima, pembangunan masjid walima emas di atas bukit, penanggalan hijriyah terbesar di dunia. Dan ke depan akan dibangun istana bagi para penghafal Al-Qur’an, juga menyulap rumah-rumah warga menjadi kamar hotel sekelas bintang lima serta restoran termegah di Indonesia.</p>
<p>Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/" target='new'>Wisata Budaya Walima</a>, sebaiknya berkunjung pada saat perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, atau pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Jarak tempuh ke Desa Wisata Religius Bubohu dari Bandara Jalaluddin hanya memakan waktu hampir 2 jam. Jarak dari ibukota Provinsi Gorontalo dapat di tempuh dengan waktu lebih kurang 20 menit dengan menggunakan kenderaan roda dua dan roda empat. Jalan berliku – liku serta menanjak di lereng bukit akan menemani perjalanan Anda. Pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan alam Teluk Tomini yang terhampar luas.</p>
<p>Rencana pengembangan Desa Bongo menjadi desa wisata religi mendapat tanggapan positif dari pemerintah daerah Provinsi Gorontalo. Pemprov sangat mendukung program ini karena menuntut peran serta langsung dari masyarakat. Harapan kedepan, <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/adat-pohutu-walima/" target='new'>adat istiadat walima</a> di desa bongo ini dijadikan icon pariwisata Provinsi Gorontalo, sehingga gorontalo lebih dikenal lagi, bukan saja pada skala lokal melainkan sampai pada tingkat internasional.</p>
<p><br/><br />
<a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/desa-bubohu-dari-ketinggian/" rel="attachment wp-att-4287"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/02/desa-bubohu-dari-ketinggian-300x225.jpg" alt="" title="desa bubohu dari ketinggian" width="350" height="245" class="aligncenter size-medium wp-image-4287" /></a>
<p style="text-align: center;">Potret Desa Bubohu (Bongo) dari Puncak Bukit</p>
<p><br/><br />
<a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/tradisi-walima-di-desa-bubohu/" rel="attachment wp-att-4289"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/02/tradisi-walima-di-desa-bubohu.jpg" alt="" title="tradisi walima di desa bubohu" width="350" height="245" class="aligncenter size-full wp-image-4289" /></a>
<p style="text-align: center;">Tradisi Walima di Desa Religius Bubohu</p>
<p><br/><br />
<a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/kolam-miem-di-puncak-bukit-desa-bongo/" rel="attachment wp-att-4290"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/02/kolam-miem-di-puncak-bukit-desa-bongo.jpg" alt="" title="kolam miem di puncak bukit desa bongo" width="350" height="245" class="aligncenter size-full wp-image-4290" /></a>
<p style="text-align: center;">Kolam Miem, berada di atas bukit Desa Bubohu<br />
Bersebelahan dengan Masjid Walima Emas<br />
<br/></p>
<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/pantai-bongo/" rel="attachment wp-att-4291"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/02/pantai-bongo.jpg" alt="" title="pantai bongo" width="350" height="245" class="aligncenter size-full wp-image-4291" /></a>
<p style="text-align: center;">Salah satu sudut pantai di Desa Bubohu </p>
<p><br/>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/02/desa-wisata-religius-bubohu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Budaya Tradisi Walima</title>
		<link>http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/</link>
		<comments>http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 23:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifoel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Istiadat Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Istiadat Masyarakat Bongo]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Pohutu Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Walima Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Budaya Tradisi Walima]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Religi Gorontalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hulondhalo.com/?p=4131</guid>
		<description><![CDATA[
Tradisi Walima di Gorontalo selalu identik dengan perayaan maulid nabi di Desa Bongo. Suatu wilayah di pesisir Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo yang hingga kini perayaan prosesi adat walimanya sangat meriah dibanding dengan daerah – daerah lain di Gorontalo.  Karena sejak terbentuknya pemerintahan di Desa Bongo pada tahun 1750, saat itu perkembangan agama islam telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/wisata-budaya-walima-gorontalo/" rel="attachment wp-att-4132"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/02/wisata-budaya-walima-gorontalo.jpg" alt="" title="wisata budaya walima gorontalo" width="200" height="140" class="alignleft size-full wp-image-4132" /></a>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://hulondhalo.com/2010/02/adat-pohutu-walima/" target='new'>Tradisi Walima</a> di Gorontalo selalu identik dengan perayaan maulid nabi di <strong>Desa Bongo</strong>. Suatu wilayah di pesisir Batudaa Pantai, <a href="http://hulondhalo.com/2009/06/kabupaten-gorontalo/" target='new'>Kabupaten Gorontalo</a> yang hingga kini perayaan prosesi adat walimanya sangat meriah dibanding dengan daerah – daerah lain di Gorontalo.  Karena sejak terbentuknya pemerintahan di Desa Bongo pada tahun 1750, saat itu perkembangan agama islam telah dibarengi dengan tingkat penghidupan ekonomi masyarakat yang cukup baik. Faktor ini yang mendorong masyarakat pada setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW berusaha membuat walima, dan diyakini bahwa Sejarah walima hampir bersamaan dengan sejarah Desa Bongo.</p>
<p><span id="more-4131"></span><br />
Pada awalnya Desa Bongo di kenal dengan nama <strong>Bubohu</strong> dan setelah melewati sejarah yang panjang masyarakat Gorontalo lebih mengenalnya sebagai <em>Desa Bongo</em>. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kala itu, diadakan dirumah-rumah penduduk karena sarana ibadah pada saat itu belum ada. Perayaan Maulid Nabi diadakan dalam bentuk zikir bersama selama satu malam, siangnya dilanjutkan dengan salawat dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, serta memohon kepada Allah SWT semoga masyarakat Desa Bongo selalu dalam lindungan-Nya dan dimurahkan rezeki, dijauhkan dari bencana.</p>
<p>Pada masa Pemerintahan <em>Hilalumo Amay</em>, Tahun 1750 sampai dengan Tahun 1792, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan secara sederhana tetapi tidak mengurangi hikmahnya dan dari sinilah awal mulanya perayaan walima atau Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Desa Bongo. Pada pertengahan abad ke-19, para ulama dan tokoh masyarakat dan pemerintahan pada saat itu mendirikan sebuah masjid sederhana sebagai tempat ibadah, masjid tersebut berfungsi juga sebagai tempat kegiatan lainnya seperti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Walima menjadi bagian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dari perubahan setelah berdirinya masjid. Makanan yang seperti nasi, ikan, ayam goreng, kue (kukis) dan buah-buahan serta hasil pertanian diantar ketempat perayaan Maulid hanya dengan menggunakan dedaunan dan keranjang dan diatur sedemikian rupa sehingga kelihatan menarik dan bersih. Atas kesepakatan tokoh agama, tokoh adat dibuat wadah atau tempat yang diberi nama <strong>Lilingo</strong>. <em>Lilingo</em> artinya bulat bentuknya seperti loyang terbuat dari daun kelapa yang masih muda.</p>
<p>Tahun 1927 pada masa pemerintahan <em>Hasan Pateda</em>, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW semakin meriah. Lilingo yang bentuknya sederhana dilengkapi dengan kue (Kukis) dan telur masak ditusuk dengan bambu yang telah diraut dengan bersih kemudian ditancapkan di permukaan Lilingo diberi nama <strong>Toyopo</strong> (<em>Tutu-tutupo Woyo-woyopo</em>).</p>
<p>Pada tahun 1937 pada masa pemerintahan <em>Buke Panai</em>, pemerintah desa membuat toyopo yang besar dan diletakkan pada suatu tempat (wadah) yang terbuat dari bambu kuning. Wadah tersebut membentuk bujur sangkar menyerupai kaki meja dan dibawahnya ada lantai terbuat dari bambu dibelah kecil-kecil (Tototahu), kemudian dihiasi dengan bendera warna-warni serta tulisan-tulisan yang artinya erat sekali hubungannya dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Toyopo yang dihiasi tadi diberi nama <em>Tolangga Lopuluto</em> (Walima Lopuluto). <em>Tolangga Lopuluto</em> (Walima Lopuluto) diantar ke Masjid dengan iring-iringan dan Tarian Langga sampai dihalamam Masjid.</p>
<p><br/><br />
<a href="http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/wisatabudayatradisiwalimagorontalo/" rel="attachment wp-att-4281"><img src="http://hulondhalo.com/wp-content/uploads/2010/02/wisatabudayatradisiwalimagorontalo-300x266.jpg" alt="" title="wisata budaya walima gorontalo" width="380" height="346" class="aligncenter size-medium wp-image-4281" /></a>
<p style="text-align: center;">Tradisi Walima &#8211; Aset Wisata Budaya Provinsi Gorontalo</p>
<p><br/></p>
<p>Dalam masyarakat Bongo pada peringatan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW, ada keunikan tersendiri dan ini juga berlaku sama bagi masyarakat Gorontalo pada umumnya, hanya bagi masyarakat Bongo ini menjadi spesial dan selalu menjadi menarik untuk dibicarakan karena perlu kesiapan yang matang, mulai dari <em>walima</em>, <em>dikili</em> dan <em>tunuhio</em>.</p>
<p>Merayakan Walima di desa bongo juga dikenal istilah mudik. Tapi istilah mudik bagi masyarakat Bongo Batudaa Pantai tidak dikenal di bulan puasa (Ramadhan) justru terjadi disetiap perayaan Maulid Nabi (memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW). Bagi masyarakat Bongo inilah peristiwa tahunan yang ditunggu-tunggu maka siapapun dia yang merasa ada hubungan kekerabatan dengan orang Bongo akan melaksanakan mudik ala orang Bongo.</p>
<p>Setiap tahunnya perayaan <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/adat-pohutu-walima/" target='new'>tradisi walima</a> di desa bongo selalu di kemas dalam acara – acara spektakuler yang mendatangkan wisatawan domestik dari berbagai daerah tetangga di gorontalo. Tahun 2008 silam, tradisi ini menampilkan walima yang diisi dengan kue kolombengi (kue tradisional) mencapai sekitar 500.000 biji kue. Festival Walima ini di laksanakan selama tiga hari berturut-turut. Masyarakat gorontalo turut larut dalam perayaan besar dengan iringan Doa Zikir dan Parade Walima secara Kolosal menuju masjid. Di tahun 2005, walima dari bongo ini di tampilkan di istana Negara dihadapan duta–duta besar negara asing dan di <em>Islamic Centre Jakarta</em>.</p>
<p>Inilah keunikan <a href="http://hulondhalo.com/2010/02/adat-pohutu-walima/" target='new'>tradisi walima</a> di Desa Bongo, Memiliki sejarah yang panjang, Melahirkan banyak pembicaraan dan diakui masyarakat luas, dapat menjadi Sarana penunjang perekonomian dan potensi wisata budaya, aset yang tak ternilai, warisan yang selalu jadi kebanggaan serta suasana yang mengharukan yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat gorontalo.</p>
<p>Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan budaya masyarakat gorontalo ini yang lebih spektakuler, silahkan berkunjung ke Desa Bongo pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perjalanan dari pusat ibu kota Provinsi Gorontalo bisa ditempuh dengan waktu +20 menit menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua, jalan yang berliku-liku dan melewati gunung di pesisir pantai Teluk Tomini membuat perjalanan setiap orang dipenuhi keindahan alam yang luar biasa. Desa ini berbatasan langsung dengan <a href="http://hulondhalo.com/2009/07/kota-gorontalo/" target='new'>Kota Gorontalo</a> yaitu Kelurahan Tanjung Kramat, Kota Selatan.</p>
<p><a href="http://hulondhalo.com/category/adat-istiadat/" target='new'>Adat Istiadat</a> ini perlu dilestarikan dan dipromosikan sebagai wisata budaya provinsi gorontalo. Agar tradisi ini akan tetap bertahan dalam kondisi apapun dan menjadi aset utama dalam mengembangkan pariwisata, sehingga kelestariannya dapat menjadi bagian dari potensi ekonomi pedesaan.</p>
<p><br/></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hulondhalo.com/2010/02/wisata-budaya-tradisi-walima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
